Profil dan data-fakta Frans Sinatra Huwae bersama Timnas Indonesia

Frans Sinatra Huwae adalah salah satu pemain yang pernah mengisi lini tengah Timnas Indonesia pada tahun 1980-an. Berikut profil dan data-faktanya bersama Timnas.
Pada tahun 1980-an nama Frans Sinatra Huwae sudah tidak asing di kuping penggemar sepakbola nasional ketika pemain asal Amuntai Kalimantan Selatan itu masih bermain di level junior. Hal tersebut tidak lepas dari pencapaian Frans Sinatra Huwae bersama tim pelajar Indonesia.
Frans Sinatra Huwae menjadi salah satu motor permainan tim pelajar Indonesia saat menjadi juara kejuaraan pelajar Asia tahun 1984 di India dan tahun 1985 di Jakarta. Frans Sinatra Huwae dikenal sebagai gelandang playmaker. Frans Sinatra Huwae adalah tipe pemain yang tenang dan memiliki jiwa sebagai pemimpin di lapangan.

Kala itu Frans Sintara sudah terbiasa bermain bersama dan melawan pemain-pemain yang lebih senior. Pada Oktober 1984 Frans Sinatra Huwae ditarik bergabung dengan para seniornya di Timnas PSSI Garuda untuk tampil dalam turnamen Piala Merlion di Singapura. Frans Sinatra Huwae selalu bermain dalam tiga pertandingan PSSI Garuda di fase grup melawan Australia U23, Belanda amatir, dan tim nasional senior Singapura.
Pada Oktober 1985, Frans Sinatra Huwae naik ke Timnas senior B yang menjadi wakil Indonesia di Piala Merlion 1985. Frans Sinatra Huwae bermain dalam tiga dari lima pertandingan Timnas di fase grup. Jebolan sekolah khusus olahragawan Ragunan ini mencetak satu gol saat Indonesia menang 2-0 atas Brunei. Penampilannya di laga itu mendapat pujian dari media Singapura.
“Sepanjang sebagian besar pertandingan, pemain Indonesia Frans Sinatra bermain dengan gayanya sendiri di lini tengah dan, di babak kedua, namanya tercatat dalam daftar pencetak gol.” Demikian yang ditulis The Strait Times edisi 13 Oktober 1985. Frans Sinatra Huwae mencetak gol kedua melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Musimin.

Frans Sinatra Huwae naik ke Timnas senior utama pada tahun 1987. Pelatih Bertje Matulapelwa memanggil gelandang klub Pelita Jaya Galatama ini untuk Kualifikasi Olimpiade 1988. Frans Sinatra Huwae bermain penuh pada pertandingan kedua Indonesia di kualifikasi melawan tuan rumah Jepang pada 8 April 1987. Dalam pertandingan di Stadion Nasional Tokyo itu Timnas kalah 0-3.
Namun, karier Frans Sinatra Huwae di Timnas senior tidak cemerlang seperti saat bersama tim junior dan pelajar. Dia tidak masuk skuad SEA Games 1987. Frans Sinatra Huwae kemudian dikenal sebagai ikon Barito Putera, klub yang mulai dibelanya sejak tahun 1989 sampai saat gantung sepatu pada tahun 2000.
Nama: Frans Sinatra Huwae
Lahir: 30 Maret 1965 di Amuntai
Posisi: Gelandang
Timnas: 1984-1987
Beberapa TC dan turnamen bersama Timnas senior
| Waktu | Tim | Event |
| 1984 | Timnas PSSI Garuda | Piala Merlion 1984 di Singapura |
| 1985 | Timnas junior | Turnamen Merdeka 1985 di Malaysia |
| 1985 | Timnas B | Piala Merlion 1985 di Singapura |
| 1987 | Timnas | TC persiapan Kualifikasi Olimpiade |
| 1987 | Timnas | Kualifikasi Olimpiade 1988 |
Beberapa pertandingan bersama Timnas senior
| Waktu | Event | Lawan | Skor |
| 14-10-1984 | Piala Merlion 1984 | Australia U23* | 1-2 |
| 16-10-1984 | Piala Merlion 1984 | Belanda Amatir* | 0-3 |
| 22-10-1984 | Piala Merlion 1984 | Singapura* | 1-5 |
| 12-10-1985 | Piala Merlion 1985 | Brunei** | 2-0 |
| 14-10-1985 | Piala Merlion 1985 | Malaysia** | 1-2 |
| 18-10-1985 | Piala Merlion 1985 | Singapura** | 0-4 |
| 08-04-1987 | Kualifikasi Olimpiade 1988 | Jepang | 0-3 |
Gol bersama Timnas senior
| Waktu | Event | Lawan | Gol (Skor) |
| 12-10-1985 | Piaal Merlion 1985 | Brunei* | 2-0 (2-0) |