Laga pertama Dony Tri Pamungkas bersama pemain senior di Timnas

Foto: Kamustimnas.com

Pertandingan melawan Saint Kitts dan Nevis bukanlah debut Dony Tri Pamungkas di Timnas Indonesia. Pertandingan itu lebih tepat disebut laga pertamanya bersama pemain senior di Timnas.

Dony Tri Pamungkas bermain penuh 90 menit sebagai bek kiri dalam pertandingan FIFA Series antara Indonesia melawan Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Beberapa menyebut pertandingan itu sebagai debut Dony Tri Pamungkas di Timnas Indonesia.

Menurut Kamustimnas.com menyebut pertandingan itu sebagai debut Dony Tri Pamungkas kurang tepat. Faktanya pemain asal Boyolali itu sudah pernah bermain bersama Timnas senior, meski tidak di turnamen yang waktu penyelenggaraannya masuk jendela FIFA, yakni Kejuaraan ASEAN pada Desember 2024.

Dony Tri Pamungkas di Kejuaraan ASEAN 2024. Foto: Kamustimnas

Dony Tri Pamungkas bermain dalam seluruh empat pertandingan Indonesia di fase grup Kejuaraan ASEAN. Saat itu mayoritas skuad Indonesia adalah U23. Namun, skuad Indonesia di Kejuaraan ASEAN 2024 tidak dapat disebut Timnas U23. Di tim ada pemain di atas ketegori U23 yaitu Asnawi Mangkualam dan Pratama Arha, dan lawannya adalah tim utama dari tim nasional Myanmar, Laos, Vietnam, dan Filipina.

Kamustimnas.com merasa lebih pas menyebut pertandingan melawan Saint Kitts dan Nevis sebagai laga pertama Dony Tri Pamungkas bermain bersama para pemain senior di Timnas Indonesia. Berusia 21 tahun Dony Tri Pamungkas menjadi yang termuda. Jumlah capsnya yang 4 menjadi yang paling sedikit di antara XI pemain awal.

Tidak tertekan bermain bersama pemain-pemain dari klub Eropa. Foto: Kamustimnas.com

Beckham Putra juga memiliki 4 caps sebelum melawan Saint Kitts dan Nevis. Namun pemain asal Bandung itu sebelumnya sudah pernah bermain bersama para pemain klub Eropa seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Ole Romeny.

Dony Tri Pamungkas mampu menjawab kepercayaan dari pelatih John Herdman dengan tampil baik di sisi kiri. Pemain Persija ini tidak tertekan bermain bersama pemain-pemain dari klub Eropa.

“Apakah pemain muda seperti Dony Tri bisa menangani tekanan itu? Saya pikir dia menunjukkannya malam ini bahwa dia bisa,” kata John Herdman dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Mendapat kepercayaan sebagai penendang sepak pojok. Foto: Kamustimnas.com

Dony Tri Pamungkas mendapat kepercayaan sebagai pengambil sepak pojok dan bola-bola yang dilepasnya tidak pernah mengecewakan.

Pada menit kedelapan, yang menjadi sepak pojok pertama Timnas, umpan Dony Tri Pamungkas ke muka gawang berhasil disundul Jordi Amat, tapi sundulannya tidak tepat. Juga di babak pertama, sepak pojok melengkungnya ke arah tiang jauh berhasil dijangkau Jay Idzes dan menimbulkan situasi berbahaya di depan gawang lawan.

Menit 53, sepak pojok kaki kiri Dony Tri Pamungkas jatuh tepat pada kepala Ole Romeny. Sundulannya mengenai tubuh bek lawan dan bola kedua berhasil ditembak masuk Ole Romeny. Dalam konferensi pers setelah pertandingan John Herdman sangat senang karena Timnas dapat mencetak gol melalui bola mati.

Mendapat sambutan dari kapten Jay Idzes setelah berperan dalam gol ketiga. Foto: Kamustimnas.com

Setelah gol Ole Romeny itu, kapten Jay Idzes tidak berlari dulu ke pojok untuk mengikuti Ole Romeny yang merayakan golnya. Jay Idzes menyambut dan merangkul Dony Tri Pamungkas, lalu berkata sesuatu kepada mantan pemain Timnas U20 itu.

Setelah gol Ole Romeny masih ada ancaman yang ditimbulkan Dony Tri Pamungkas. Pada menit-menit akhir, sepak pojok Dony Tri Pamungkas ke arah tiang jauh berhasil dikuasai Justin Hubner, tapi sayang tembakan bek Fortuna Sittard itu tidak tepat sasaran.

Foto: Kamustimnas.com

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!