Profil dan data-fakta Maman Suryaman sebagai pemain Timnas Indonesia

Maman Suryaman adalah gelandang bertahan Timnas Indonesia ketika meraih medali emas SEA Games 1991. Berikut profil dan data-fakta Maman Suryaman bersama Timnas senior.
Setelah ikut mengantar Pelita Jaya menjadi juara kompetisi Galatama musim 1988-1989, Maman Suryaman masuk skuad Timnas untuk Kualifikasi Piala Dunia 1990. Maman Suryaman mengikuti pemusatan latihan di Jerman pada April-Mei 1989. Pemain asal Bekasi ini kemudian menjadi pilihan pertama trio pelatih M. Basri, Iswadi Idris, dan Abdul Kadir di posisi gelandang bertahan.
Maman Suryaman lima tampil sebagai XI pemain pertama dalam enam pertandingan Timnas di Grup 6 Kualifikasi Piala Dunia 1990. Mantan pemain Warna Agung ini bermain sejak menit pertama saat melawan Korea Utara dan Jepang di Stadion Utama Senayan dan dalam pertandingan tandang melawan Hong Kong, Jepang, dan Korea Utara.

Maman Suryaman mencetak assist pada pertandingan terakhir melawan Korea Utara di Pyongyang. Pada menit 73, di sisi kiri pertahanan Korea Utara, Maman Suryaman berhasil melewati hadangan dua pemain tuan rumah. Mantan pemain Bekasi Putra ini kemudian melepas umpan tarik ke depan gawang yang berhasil ditendang masuk Inyong Lolombulan. Kedudukan menjadi 1-2 dan skor itu bertahan sampai akhir laga.
Aksi yang berujung assist tersebut menjadi bukti bahwa sebagai gelandang Maman Suryaman tidak hanya bekerja membantu pertahanan. Gelandang yang gempal dan tidak tinggi ini juga memiliki kemampuan melewati lawan dan membantu serangan.

Maman Suryaman kembali menjadi pilihan pertama di posisi gelandang bertahan saat Timnas tampil di SEA Games pada Agustus 1989 di Kuala Lumpur Malaysia. Dia tampil dalam dua dari tiga pertandingan di fase grup melawan Brunei dan Malaysia, serta tampil di semifinal melawan Singapura dan perebutan peringkat tiga kontra Thailand.
Pertandingan perebutan medali perunggu melawan Thailand harus melalui babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Maman Suryaman menjadi penendang penalti pertama dan dia sukses. Indonesia akhirnya meraih medali perunggu setelah menang 8-7 dalam babak adu penalti.

Maman Suryaman tetap menjadi pilihan utama di posisi gelandang bertahan ketika kursi pelatih Timnas ditempati Anatoli Polosin. Maman Suryaman tampil dalam pertandingan fase grup melawan Singapura U23, melawan Malaysia U23 di semifinal, dan kontra Australia di final yang berakhir 0-3. Maman Suryaman mencetak satu gol saat Timnas menang 6-0 atas Singapura U23.
Maman Suryaman juga menajdi pemain inti ketika Timnas tampil di Turnamen Merdeka di Malaysia pada Februari 1991 dan Piala Presiden di Korea Selatan pada Juni 1991. Puncaknya, Anatoli Polosin kembali mengandalkan Maman Suryaman sebagai gelandang bertahan dalam SEA Games di Manila Filipina pada Desember 1991.

Dalam fase grup SEA Games 1991, Maman Suryaman bermain penuh saat Timnas menang 2-0 atas Malaysia dan 1-0 atas Vietnam. Gelandang Pelita Jaya ini kemudian diistirahatkan saat pertandingan ketiga yang tidak menentukan lagi melawan Filipina yang berakhir 2-1.
Di semifinal melawan Singapura, Maman Suryaman bermain penuh dalam pertandingan yang berjalan selama 120 menit dan berakhir imbang 0-0. Pada babak adu penalti Maman Suryaman menjadi penendang kedua dan dia berhasil. Indonesia menang 4-2.
Timnas kembali bermain 120 menit dan imbang 0-0 saat melawan Thailand di final. Maman Suryaman kembali menjadi penendang penalti, tapi kali ini dia gagal. Bagusnya Timnas memenangkan adu penalti dengan skor 4-3. Medali emas untuk Indonesia.

Setelah SEA Games 1991, Maman Suryaman membela Liga Selection di turnamen Piala Raja di Thailand pada Januari 1992. Pelatih Ronny Pattinasarani memberi posisi gelandang bertahan kepada Maman Suryaman. Namun, Liga Selection tersingkir di fase grup setelah hanya sekali menang yaitu 2-0 atas Korea Selatan XI serta kalah 0-3 dari Thailand dan 0-2 dari Tianjin China.
Pada Maret 1992 Maman Suryaman kembali ke Timnas yang masih dipegang Anatoli Polosin. Timnas menggelar pemusatan latihan di Hong Kong untuk persiapan tampil di Kualifikasi Piala Asia 1992 di Singapura pada April 1992.
Namun saat tiba di Jakarta PSSI mencoret Maman Suryaman dan juga Ricky Yacobi, Robi Darwis dan Nasrul Koto. Empat pemain senior itu dinilai PSSI bertanggungjawab terhadap munculnya aksi mogok latihan tim saat TC di Hong Kong. Saat itu para pemain memprotes buruknya dukungan perlengkapan tim dan konsumsi dalam TC di Hong Kong.
Klik di sini untuk membaca profil pemain-pemain lain Timnas Indonesia
Data-fakta
Nama: Maman Suryaman
Lahir: 15 Januari 1964 di Bekasi
Posisi: Gelandang
Timnas: 1989-1991
Beberapa TC dan turnamen bersama Timnas
| Waktu | Tim | Event |
| 1989 | Timnas | Pemusatan latihan di Jerman |
| 1989 | Timnas | Kualifikasi Piala Dunia 1990 (Kandang-tandang) |
| 1989 | Timnas | SEA Games 1989 di Malaysia |
| 1990 | Timnas | Piala Kemerdekaan 1990 di Jakarta |
| 1991 | Timnas | Turnamen Merdeka 1991 di Malaysia |
| 1991 | Timnas | Piala Presiden 1991 di Korea Selatan |
| 1991 | Timnas | Pemusatan latihan SEA Games |
| 1991 | Timnas | SEA Games 1991 di Filipina |
| 1992 | Liga Selection | Piala Raja 1992 di Thailand |
| 1992 | Timnas | Pemusatan latihan di Hong Kong |
Prestasi bersama Timnas
| Waktu | Prestasi | Event |
| 1989 | Peringkat 3 | SEA Games 1989 |
| 1990 | Runner-up | Piala Kemerdekaan 1990 |
| 1991 | Juara | SEA Games 1991 |
Beberapa pertandingan bersama Timnas
| Waktu | Event | Lawan | Skor |
| 20-04-1989 | TC di Jerman | Belanda U19 | 0-1 |
| 25-04-1989 | TC di Jerman | Kleve (Jer) | 2-2 |
| 13-05-1989 | Persahabatan | Singapura | 2-1 |
| 21-05-1989 | Kualifikasi Piala Dunia 1990 | Korea Utara | 0-0 |
| 28-05-1989 | Kualifikasi Piala Dunia 1990 | Jepang | 0-0 |
| 04-06-1989 | Kualifikasi Piala Dunia 1990 | Hong Kong | 1-1 |
| 11-06-1989 | Kualifikasi Piala Dunia 1990 | Jepang | 0-5 |
| 09-07-1989 | Kualifikasi Piala Dunia 1990 | Korea Utara | 1-2 |
| 21-08-1989 | SEA Games 1989 | Brunei | 6-0 |
| 25-08-1989 | SEA Games 1989 | Malaysia | 0-2 |
| 28-08-1989 | SEA Games 1989 | Singapura | 0-1 |
| 30-08-1989 | SEA Games 1989 | Thailand | 1-1 (8-7 pen) |

| Waktu | Event | Lawan | Skor |
| 18-08-1990 | Piala Kemerdekaan 1990 | Singapura U23 | 6-0 |
| 23-08-1990 | Piala Kemerdekaan 1990 | Malaysia U23 | 2-0 |
| 25-08-1990 | Piala Kemerdekaan 1990 | Australia | 0-3 |
| 04-02-1991 | Turnamen Merdeka 1991 | Admira Wacker (Aut) | 0-2 |
| 06-02-1991 | Turnamen Merdeka 1991 | Malaysia | 2-1 |
| 08-02-1991 | Turnamen Merdeka 1991 | China U23 | 1-3 |
| 07-06-1991 | Piala Presiden 1991 | Malta | 0-3 |
| 09-06-1991 | Piala Presiden 1991 | Korea Selatan | 0-3 |
| 11-06-1991 | Piala Presiden 1991 | Mesir | 0-6 |
| 05-10-1991 | Persahabatan | Singapura | 0-2 |
| 26-11-1991 | SEA Games 1991 | Malaysia | 2-0 |
| 28-11-1991 | SEA Games 1991 | Vietnam | 1-0 |
| 02-12-1991 | SEA Games 1991 | Singapura | 0-0 (4-2 pen) |
| 04-12-1991 | SEA Games 1991 | Thailand | 0-0 (4-3 pen) |
Gol bersama Timnas
| Waktu | Event | Lawan | Gol (Skor akhir) |
| 18-08-1990 | Piala Kemerdekaan 1990 | Singapura U23 | 4-0 (6-0) |