Maarten Paes ungkap kebiasaan dalam persiapan sebelum pertandingan

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes mengungkap salah satu kebiasaannya dalam persiapan menghadapi pertandingan bersama Ajax Amsterdam.
Maarten Paes menjadi sorotan setelah berhasil menggagalkan dua tendangan penalti FC Utrecht dalam babak adu penalti di final play-off Eropa pada 24 Mei 2026. Ajax menang 4-3 dan meraih tiket ke kualifikasi UEFA Conference League.
Maarten Paes mengatakan bahwa keberhasilan menggagalkan penalti terjadi karena persiapan yang baik. Kepada Voetbal International mantan kiper FC Dallas dan FC Utrecht ini mengungkap kebiasaannya dalam persiapan menghadapi pertandingan.

“Siapa pun yang sedikit mengenal saya tahu bahwa saya mempelajari hal-hal seperti ini secara menyeluruh sebelum setiap pertandingan. Dan kali ini juga, saya telah mempersiapkan diri dengan baik. Karena sebagai seorang penjaga gawang, Anda tahu: jika Anda berada di sudut yang tepat, Anda memiliki peluang bagus,’ kata Maarten Paes dikutip dari vi.nl.
“Sebelum setiap pertandingan, saya mendapatkan daftar penalti, tendangan bebas, dan fokus pemain. Saya membahasnya dengan pelatih kiper kami tiga hari sebelum pertandingan, dan kemudian melihatnya sekali lagi sebelum pertandingan. Pelatih kiper kami bahkan datang dengan botol air yang berisi informasi, tetapi untungnya saya memiliki ingatan yang baik, jadi saya berkata: Saya tidak membutuhkan botol air.’,” kata Maarten Paes.

Maarten Paes menggagalkan tembakan penalti pertama FC Utrecht yang dilakukan Sebastien Haller. Penyerang Pantai Gading itu dikenal sering berhasil mengonversi penalti menjadi gol.
“Saya dapat memberi tahu Anda bahwa Anda dapat menonton kembali sekitar lima puluh penalti Haller. Dia hampir selalu mencetak gol. Jadi saya harus menemukan cara,” kata Maarten Paes. “Saya tahu dia selalu ragu sejenak, jadi saya melakukan semacam tipuan. Tapi setelah tipuan itu, saya benar-benar pergi ke sudut yang sama. Saya meniru itu dari Wojciech Szczesny (kiper Polandia dan Barcelona, red.), yang juga sering melakukan itu. Begitulah cara saya mencoba belajar sesuatu dari setiap kiper. Tim Krul juga sedikit melakukannya dengan cara itu, ketika dia menyelamatkan penalti dari Haller,” tambah Maarten Paes.