Cerita enteng (1): Latihan Timnas dulu dan sekarang

Latihan Timnas pada 24 Maret 2026 di Stadion Madya Jakarta. Foto: Kamustimnas.com

“Ayo teman-teman terima kasih ya”. Ayo bergeser mengosongkan area”. Kalimat-kalimat permintaan semacam itu selalu terdengar ketika waktu latihan Timnas Indonesia sudah berjalan 15 menit.

Termasuk juga pada Selasa sore 24 Maret 2026 di Stadion Madya Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Saat itu Timnas menjalani latihan di hari kedua persiapan pertandingan FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret 2026.

Regulasi FIFA mewajibkan sesi latihan resmi sehari sebelum pertandingan terbuka bagi media selama 15 menit awal. Saat bukan sesi latihan resmi banyak tim juga menerapkan aturan terbuka untuk media hanya di 15 menit awal. Ada juga yang menerapkan sesi latihan tertutup sama sekali dan latihan terbuka penuh.

Yang disebut belakangan itu yang paling menyenangkan untuk media. Ada banyak materi berita yang dapat diperoleh dalam latihan selama 60 atau 90 menit. Tahukah Anda kalau di masa lalu Timnas sering latihan terbuka? Tepatnya latihan terbuka yang tidak dirancang.

Latihan Timnas di Gelora Bung Tomo Surabaya pada September 2025. Foto: Kamustimnas.com

Beberapa pengalaman awal saya menyaksikan langsung latihan Timnas adalah pada sekitar Juni 1999. Saat itu Timnas di bawah arahan pelatih asal Jerman Bernhard Schumm sedang mempersiapkan diri untuk tampil di SEA Games Brunei 1999. Latihannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Era di mana pengawasan belum ketat. Perwakilan media bisa lesehan di rumput pinggir lapangan menyaksikan latihan. Masyarakat umum juga bisa melakukan itu. Ha..ha, tapi bukan seperti Babe di Si Doel Anak Sekolahan yang tiba-tiba masuk ke dalam lapangan. Terkadang pengurus PSSI yang dulu kantornya terletak di area Stadion Utama GBK juga datang menyaksikan latihan. Mereka pun lesehan di tepi lapangan.

Dari tepi lapangan dapat melihat sesi-sesi gim Timnas, sesi-sesi latihan bola mati, mendengar dengan jelas instruksi asisten pelatih Nandar Iskandar mengenai apa yang sebaiknya tidak dilakukan kepada para bek seperti Nuralim, Slamet Riyadi, Warsidi, dan Sugiantoro.

Media atau masyarakat pun tahu dalam beberapa sesi latihan ada ‘pemain asing’ yang ikut latihan. Ada putra dari duta besar atau diplomat (maaf lupa) dari kedutaan besar Mesir di Jakarta yang beberapa kali mengikuti sesi latihan Timnas saat itu.

Dulu Stadion Utama GBK juga menjadi tempat latihan Timnas. Foto: Kamustimnas.com

Setahun berikutnya, saya mendapat kesempatan berharga dikirim kantor untuk meliput Piala Eropa 2000 di Belanda dan Belgia. Saya mulai kenal aturan 15 menit awal saat meliput latihan tim nasional Belanda di kamp mereka di Hoenderloo atau latihan tim nasional Portugal di Stadion King Baudouin Brussels sehari sebelum pertandingan semifinal melawan Prancis.

Pulang dari Piala Eropa 2000 dan jauh setelah itu, masih mudah untuk menyaksikan langsung latihan Timnas. Menjelang Piala AFF 2010, media dan masyarakat umum bisa menyaksikan latihan Timnas asuhan pelatih Alfred Riedl di Lapangan C GBK Senayan, yang waktu itu lapangannya masih rumput alami. Masyarakat dapat berdiri menonton di balik pagar lapangan.

Bukan anti regulasi 15 menit awal. Justru sebaliknya, regulasi 15 menit awal itu harus diterapkan untuk menjaga kerahasiaan tim yang berkaitan dengan taktik. Bukan tidak mungkin tim lawan mengutus media dari negaranya untuk melaporkan bagaimana persiapan satu tim.

Latihan Timnas dalam Piala Asia 2023 di Al Egla Lusail Qatar. Foto: Kamustimnas.com

Pada Januari 2024, kami media dari Indonesia sempat bergurau menyebut seorang jurnalis Irak sebagai mata-mata Irak yang diutus untuk mengamati Timnas Indonesia. Wartawan itu selalu hadir dalam setiap sesi latihan Timnas di Lapangan Al Egla Lusail Qatar menjelang pertandingan pertama di Piala Asia 2023 melawan Irak.

Wartawan yang perawakanya mudah dikenali itu juga muncul di Jeddah Arab Saudi. Dia hadir dalam sesi 15 menit awal latihan resmi Timnas di Lapangan Latihan King Abdullah Sport City pada 10 Oktober 2025, satu hari sebelum Timnas bertemu Irak di play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tidak ada candaan lagi kalau dia adalah mata-mata Irak. Namun dia mendapat semprotan dari Neal Petersen, jurnalis asal Belanda yang memiliki acara Podcast bersama gelandang Timnas Thom Haye. Neal Petersen mencurigai wartawan Irak itu menguping atau merekam isi pembicaraan dirinya dengan salah satu tim pelatih Timnas yang berasal dari Belanda.

Wartawan Irak yang meliput play-off Kualifikasi Piala Dunia di Jeddah. Foto: Kamustimnas.com

Pada Selasa sore 24 Maret 2026 lalu, bukan hanya perwakilan media yang hadir di Stadion Madya. Ada juga sekumpulan pria dewasa, remaja, dan anak-anak yang ditemani orang tuanya. Mereka ikut melihat sesi tanya jawab John Herdman dan Rizky Ridho dengan media di teras Tribun Barat Stadion Madya.

Beberapa dari mereka ada yang datang ke area Plaza Barat Gelora Bung Karno untuk bisa melihat latihan Timnas. Sayang celah-celah terbuka di sekeliling Stadion Madya sudah ditutup kain hitam.

Masyarakat umum menyaksikan sesi wawancara media dengan John Herdman. Foto: Kamustimnas.com

Mungkin suatu waktu nanti PSSI atau pengelola Timnas bisa menerapkan sesi latihan terbuka untuk masyarakat umum. Mereka (masyarakat umum) bisa menyaksikan latihan Timnas secara penuh, bukan 15 atau 30 menit, dari Tribun Timur Stadion Madya.

Banyak tim nasional di luar negeri yang melakukan hal itu, membuka satu sesi latihan untuk umum (mayoritas anak-anak) seperti tim nasional Belanda saat latihan di KNVB Campus Zeist dan juga tim nasional Jepang. Bahkan ada tim nasional yang melakukan live streaming melalui Youtube saat latihan berjalan sekitar 90 menit.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!