Hector Souto menyebut dirinya bukan history maker

Pelatih Timnas futsal Indonesia Hector Souto menyebut dirinya bukan history maker setelah tim asuhannya berhasil lolos ke babak final Piala Asia Futsal AFC 2026.
Timnas futsal untuk pertama kali dalam sejarah barhasil maju ke final Piala Asia setelah dalam semifinal mengalahkan Jepang 5-3 pada Kamis 5 Februari 2026 di Indonesia Arena Jakarta. Masuk semifinal saja sudah menjadi sejarah karena sebelumnya pencapaian terbaik Indonesia di Piala Asia adalah perempat final pada edisi 2022.
Di bawah asuhan Hector Souto Timnas futsal menjadi tim yang kuat. Sebelumnya Tim Garuda menjadi juara Piala AFF 2024 dan untuk pertama kali meraih medali emas SEA Games pada Desember 2025 di Thailand. Meski demkian Hector Souto tidak mau dirinya disebut sebagai history maker (pembuat sejarah)
“Saya tidak mencetak sejarah, saya bukan history maker. Tim saya yang membuat sejarah,” kata Hector Souto dalam konferensi pers setelah pertandingan semifinal.

Pelatih asal Spanyol itu kemudian menyebut keberhasilan Timnas mencetak sejarah bukan hanya karena kerja 14 pemain yang ada di skuad. Ia menyebut pemain-pemain yang tidak masuk skuad juga memiliki kontribusi dalam membangun Timnas menjadi kuat.
“Saya mulai sedikit lelah dengan sebutan Hector Souto adalah history maker. Ini adalah hasil kerja banyak orang. Bukan hanya para pemain yang ada di tim. Hari ini ada Evan Soumilena di tribun. Juga ada pemain-pemain yang lain di rumahnya. Ada Guntur Sulistyo, ada pemain-pemain lainnya yang membantu seperti Dipo Arrahman, Andarias Kareth, Imam Anshori, Muhammad Albagir dan yang lainnya. Kesuksesan ini terjadi karena kerja banyak orang yang telah terlibat,” ujar Hector Souto.