Menanti Timnas wanita mencetak sejarah di SEA Games 2025

Berdasarkan hasil evaluasi Kemenpora dan usulan dari PSSI, Timnas wanita Indonesia mendapat target medali perunggu dalam SEA Games pada 4-17 Desember 2025 di Chonburi Thailand.
Medali perunggu atau peringkat ketiga di SEA Games adalah sesuatu yang wah untuk sepakbola wanita Indonesia. Dalam sejarah SEA Games, pasukan Garuda Pertiwi belum pernah naik podium di pesta olahraga Asia Tenggara. Pencapaian terbaik Indonesia adalah masuk semifinal dan kalah di pertandingan perebutan medali perunggu pada SEA Games 1997 di Jakarta dan SEA Games 2001 di Kuala Lumpur Malaysia.
Jadi, mampukah Timnas wanita asuhan pelatih asal Jepang Akira Higashiyama mencapai target sekaligus mencetak sejarah di SEA Games 2025?

Kesempatan cukup terbuka. Hasil undian pembagian grup di Bangkok pada Oktober 2025 menempatkan Timnas wanita berada di grup yang lebih mudah di atas kertas jika dibandingkan dengan grup lain. Indonesia yang memiliki peringkat FIFA 106 berada di Grup A bersama Thailand (peringkat 53), Kamboja (118), dan Singapura (149). Coba bandingkan dengan peserta Grup B yang berisi Vietnam (37), Filipina (39), Myanmar (56), dan Malaysia (92).

Jadi, jalan untuk maju ke babak semifinal tidak sangat berat. Hasil pertemuan terakhir Indonesia melawan Kamboja dan Singapura tidak jelek. Garuda Pertiwi bermain imbang 1-1 melawan Kamboja pada Kejuaraan ASEAN di Vietnam pada 12 Agustus 2025. Sebelumnya lagi Safira Ika dkk. menang 3-1 atas Kamboja di final Piala AFF pada 5 Desember 2024 di Laos.
Pertemuan terakhir Timnas wanita melawan Singapura berakhir dengan kemenangan 3-0 di semifinal Piala AFF pada 2 Desember 2024. Sementara dalam duel terakhir melawan Thailand, di fase grup Kejuaraan ASEAN pada 6 Agustus 2025, Garuda Pertiwi menyerah dengan skor 7-0.

Tantangan berat akan datang saat Timnas wanita berhasil masuk semifinal. Kemungkinan besar Garuda Pertiwi bertemu Vietnam yang diprediksi menjadi juara Grup B. Jika gagal melewati Vietnam, pasukan Akira Higashiyama mesti mengalahkan tim kuat lain, Filipina atau Myanmar atau bisa juga Thailand, di pertandingan perebutan medali perunggu.
Pertanyaannya adalah apakah Timnas wanita dapat menurunkan pemain-pemain abroadnya mengingat SEA Games tidak masuk agenda resmi FIFA. Dalam daftar pemain yang dipanggil untuk FIFA Matchday November dan SEA Games terdapat 10 pemain yang berkarir di luar negeri.

Mereka adalah kiper Iris de Rouw (St John’s University Amerika Serikat), bek Emily Nahon (Arkansas University Amerika Serikat) dan Isabel Kopp (Hera United Belanda), gelandang Felicia de Zeeuw (ADO Den Haag Belanda), Viny Silfianus (Kelana United Malaysia), dan Katarina Stalin (Kansas City Athletics Amerika Serikat), serta penyerang Isabel Nottet (Hera United Belanda), Estella Loupattij (Women Torres Calcio Italia), Isa Warps (VFR Warbeyen Jerman), dan Claudia Scheunemann (FC Utrecht Belanda).
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada kemampuan para pemain yang tidak abroad, kekuatan Timnas wanita berkurang tanpa kehadiran pemain seperti Iris de Rouw, Felicia de Zeeuw, dan Claudia Scheunemann. Pemain abroad rutin beratih dan bermain di pertandingan, sementara liga putri di Indonesia belum berjalan lagi.

Di Kejuaraan ASEAN 2025, tanpa kehadiran sebagian besar nama-nama abroad di atas, Timnas wanita kalah kelas dari Thailand dan Vietnam. Pada kejuaraan itu, pemain abroad yang tampil hanya Isa Warps, Estella Loupattij, dan Noa Leatomu.
Selain tanpa banyak pemain abroad, pada Kejuaraan ASEAN itu Garuda Pertiwi juga tanpa pemain-pemain berpengalaman seperti bek Safira Ika dan Zahra Muzdalifah, serta penyerang Sheva Imut. Saat itu Indonesia juga tanpa pemain-pemain muda potensial seperti bek Gea Yumanda dan Jazlyn Kayla Firyal, gelandang Syafia Tristalia Chorlienka dan penyerang kuat Ajeng Sri Handayani.