Calvin Verdonk menolak anggapan level kompetisi Eropa terlalu tinggi untuk timnya

Bek kiri Timnas Indonesia Calvin Verdonk menolak anggapan bahwa level UEFA Champions League terlalu tinggi untuk timnya Lille.
Lille selalu kalah dalam tiga pertandingan pertama di UEFA Champions League. Setelah takluk 2-3 di kandang dari Real Betis (Spanyol) dan kalah 3-0 dari tuan rumah Arsenal (Inggris), klub Prancis itu kalah 2-4 dari klub Turki Galatasaray pada Rabu 21 Oktober 2026 di Stade Pierre-Mauroy Lille Prancis.
Calvin Verdonk bermain penuh dalam pertandingan Lille melawan Galatasaray. Sebelumnya ia tampil sejak menit 78 ketika Lille kalah 3-0 dari Arsenal. Calvin Verdonk menjadi pemain pertama Timnas Indonesia yang menjadi starter dan bermain penuh di UEFA Champions League. Namun Calvin Verdonk bersama Lille selalu kalah.
Setelah selalu kalah dalam tiga pertandingan pertama di UEFA Champions League musim 2026-2027, di Prancis muncul anggapan bahwa level kompetisi elite Eropa itu terlalu tinggi untuk Lille. Namun Calvin Verdonk menolak anggapan tersebut.
“Tidak, saya rasa tidak. Saya pikir kami bermain bagus di babak pertama. Kami juga memiliki banyak kepercayaan diri untuk memenangkan pertandingan ini. Tetapi kami kebobolan gol terlalu mudah. Itu adalah malam yang sulit,” kata Calvin Verdonk kepada wartawan setelah melawan Galatasaray, dikutip dari website Lepetitlillois.com.
Calvin Verdonk berkata timnya perlu meningkatkan kemampuan di banyak sektor. “Saya pikir kami perlu menyelesaikan peluang: kami perlu menembak, kami perlu mencetak gol, kami perlu bertahan lebih baik di dalam kotak penalti, kami perlu lebih baik di kedua area penalti, baik secara defensif maupun ofensif,” kata Calvin Verdonk.
Teks: Redaksi Kamustimnas.com