Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Australia dan gagal ke final Piala Kemerdekaan (14 Agustus 1992)

Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Australia dalam pertandingan terakhir fase grup Piala Kemerdekaan pada 14 Agustus 1992 di Stadion Utama Senayan Jakarta.

Kekalahan tersebut membuat Indonesia gagal maju ke pertandingan final. Timnas harus meraih kemenangan untuk dapat tampil final melawan Korea Selatan U19. Pertandingan puncak akhirnya mempertemukan Malaysia melawan Korea Selatan yang berakhir 2-1.

Dikutip dari Harian Kompas edisi 15 Agustus 1992, pelatih Timnas Danurwindo setelah pertandingan menyebut selain kalah kelas dari Australia, pemain Indonesia tampil kurang disiplin sehingga akhirnya kemasukan dua gol awal.

Australia mengirim tim nasional senior mereka untuk mempertahankan gelar juara Piala Kemerdekaan. Sebelumnya pada tahun 1990 Australia menjadi juara setelah mengalahkan Timnas Indonesia asuhan pelatih Anatoli Polosin dengan skor 3-0 di final.

Dalam laporan pertandingan di Harian Kompas, disebutkan bahwa Timnas sudah harus mengganti pemain pada menit ketiga setelah bek kiri Hambali mengalami cedera di bagian kepala. Posisi bek kiri biasanya ditempati Aji Santoso, tapi pemain Arema itu absen dalam turnamen karena cedera.

Harian Kompas menulis Timnas mampu menciptakan beberapa peluang di babak pertama, namun tembakan Widodo C. Putro dan Mustaqim digagalkan kiper Tony Franken.

Seluruh tiga gol Australia tercipta pada babak kedua. Gol ketiga Australia lahir melalui penalti Paul Wade setelah sebelumnya kiper sekaligus kapten Eddy Harto melakukan pelanggaran kepada penyerang Gregory Brown.

Data fakta pertandingan
Indonesia vs Australia 0-3
Event:
Pertandingan keempat Piala Kemerdekaan 1992
Waktu: Jumat 14 Agustus 1992
Tempat: Stadion Utama Senayan Jakarta
Jersey Timnas: Merah-Putih-Merah
Pencetak gol: 0-1 Alistair Edwards 63’; 0-2 Ian Gray 71’; 0-3 Paul Wade 82’ penalti
Daftar pemain Timnas: Eddy Harto (Kiper dan kapten); Herrie Setyawan, Toyo Haryono, Sudirman, Robby Darwis, Hambali (Widodo C. Putro 3’); Yunus Muchtar (Zulkarnain Jamil 54’), Fakhri Husaini, Yusuf Ekodono; Mustaqim, Rochi Putiray.
Pelatih: Danurwindo

Teks: Riemantono Harsojo (Kamustimnas.com). Sumber: rsssf.org dan Harian Kompas edisi 15 Agustus 1992

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!