Timnas Indonesia kalah 0-4 dari Korea Selatan dan gagal ke Piala Asia (22 Juni 1988)

Timnas Indonesia kalah 0-4 dari Korea Selatan dalam pertandingan terakhir Grup D Kualifikasi Piala Asia 1988. Pintu masuk Piala Asia yang sudah terbuka lebar akhirnya tertutup rapat.
Timnas hanya membutuhkan tambahan satu poin untuk lolos pertama kali ke Piala Asia. Indonesia berada di peringkat dua klasemen sementara Grup D dengan nilai tiga hasil menang 1-0 atas Yaman dan seri 0-0 lawan Bahrain. Saat itu kemenangan masih bernilai dua.
Bahrain di puncak klasemen juga dengan nilai tiga hasil menang 2-0 atas Korea Selatan dan imbang 0-0 lawan Indonesia. Korea Selatan di dasar klasemen dengan nilai satu hasil dari imbang 1-1 melawan Yaman.
Juara dan runner-up grup lolos ke Piala Asia pada Desember 1988 di Qatar. Sebelum pertandingan Indonesia melawan Korea Selatan, Bahrain meraih kemenangan 2-0 atas Yaman. Jadi, Bahrain lolos ke Piala Asia dan Yaman tersingkir.

Indonesia nilai tiga dengan selisih gol 1-0, Korea Selatan nilai satu dengan selisih gol 1-3. Jadi, kalau pun kalah 0-1 dari Korea Selatan, Timnas lolos ke Piala Asia karena selisih gol lebih baik. Tiket Piala Asia jelas ada di depan mata.
Korea Selatan datang bukan dengan utama mereka. Kekalahan dari Bahrain dan hanya seri lawan Yaman menjadi tanda tim Korea Selatan ini bukan tim luar biasa. Imbang atau hanya klaah 0-1 dari Korea Selatan menjadi hal yang realistis untuk Timnas.
Namun dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu malam 22 Juni di Stadion Utama Senayan Jakarta dan disiarkan langsung oleh TVRI ke seluruh penjuru negeri, Timnas tampil buruk.

“Korsel sejak awal menggertak dengan bola atas. dan merebut bola jika dikuasai lawan. Taktik penjagaan ketat ini memaksa Indonesia harus bertahan.” Demikian laporan pertandingan di Harian Pelita 23 Juni 1988. Media ini juga menulis pemain Timnas bingung menghadapi permainan speed & power Korea Selatan.
Meski demikian babak pertama berakhir imbang 0-0. Hasil ini masih aman untuk Indonesia. Namun pada babak kedua pertahanan pasukan Bertje Matulapelwa runtuh.
“Di babak kedua stamina pemain Indonesia anjlok dan tak mampu lagi mengimbangi kecepatan pemain Korsel. Satu persatu mereka dilewati dan mulailah hujan gol menggetarkan jala kiper Ponirin.” Demikian laporan pertandingan di Harian Kompas edisi 23 Juni 1988.

Korea Selatan mencetak gol pertama pada menit 70 melalui Go Jung-won. Satu menit kemudian Korea Selatan mencetak gol kedua melalui Lee Sang-yun. Dua gol dalam waktu singkat ini meruntuhkan mental Timnas.
Pergantian pemain dengan memasukkan penyerang Mustaqim untuk menggantikan gelandnag Jessie Mustamu tidak memberi pengaruh pada ketajaman tim. Yang ada Korea Selatan menambah dua gol lagi melalui Kim Sang-hoon pada menit 79 dan Hwan Sun-hong menit 85.
Data fakta pertandingan
Indonesia vs Korea Selatan 0-4
Event: Pertandingan ketiga Grup D Kualifikasi Piala Asia 1988
Waktu: Rabu malam 23 Juni 1988
Tempat: Stadion Utama Senayan Jakarta
Pencetak gol: 0-1 Go Jung-won 70’; 0-2 Lee Sang-yun 71’; 0-3 Kim Sang-hoon 78’; 0-4 Hwan Sun-hong 85’
Daftar pemain Timnas: Ponirin Meka (Kiper); M. Yunus, Marzuki Nyakmad, Robby Darwis, Jaya Hartono (Freddy Mulli); Jessie Mustamu (Mustaqim), Azhari Rangkuti, Rully Nere; Ribut Waidi, Ricky Yacobi (Kapten), Budi Wahyono.
Pelatih: Bertje Matulapelwa