Masih ada waktu dua bulan lebih bagi Timnas U20 untuk meningkatkan level sebelum tampil di Kualifikasi Piala Asia

Setelah undian pembagian grup Kualifikasi Piala Asia AFC U20 2027 pada 28 Mei 2026, pelatih Timnas Indonesia U20 Nova Arianto mengatakan bahwa target Garuda Muda adalah lolos ke putaran final Piala Asia AFC U20.
Undian menempatkan Indonesia di Grup H bersama juara Piala Asia AFC U20 2025 Australia, Malaysia, dan Laos. Kualifikasi akan digelar di Vientiane Laos pada 31 Agustus sampai 6 September 2026.
Delapan juara grup dan tujuh runner-up grup terbaik akan lolos ke Piala Asia AFC U20 yang akan digelar di China pada Maret 2027. Kalau mau pasti, tanpa bergantung dan menunggu hasil di grup lain, Indonesia harus menjadi juara grup.
Menjadi juara grup dengan melewati Malaysia, tuan rumah Laos, dan Australia tidaklah mudah. Pertandingan semifinal Kejuaraan ASEAN U19 melawan Australia pada 11 Juni 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara Deli Serdang meninggalkan sejumlah catatan.

Australia mendominasi pertandingan. Dikutip dari akun instagram @Lapagbolacom, penguasaan bola Australia 60%, sementara Timnas U19 40%. Garuda Muda lebih banyak menunggu dan melakukan serangan cepat.
Strategi tersebut beberapa kali berhasil membuat pertahanan Australia terancam. Contohnya pada menit 55 Arkhan Kaka berhasil melewatkan bola dari hadangan bek Alexander Garbowski yang bermain di BK Hacken Swedia, tapi tembakan Arkhan Kaka dari dalam kotak penalti menyamping.
Pada menit 66 kiper Dafa Al Gasemi mengirim bola jauh ke depan. Reno Salampessy berhasil mendapatkan bola dan membawanya masuk ke kotak penalti, tapi tembakannya berhasil diblok bek The Young Socceroos.
Bola kedua dikuasai Amar Brkic di depan kotak penalti. Bek kiri itu berhasil membawa bola masuk ke kotak penalti dari sisi kiri dan melepas umpan tarik ke depan gawang, tetapi sentuhan pertama Arkhan Kaka kurang baik.

Pada menit 80, umpan Muhammad Isfandyar ke sisi kanan pertahanan Australia berhasil didapat Amar Brkic yang maju menyerang. Amar Brkic langsung melepas umpan ke depan gawang. Dimas Adi yang melakukan pergerakan berhasil mendapatkan bola di dekat titik penalti tanpa gangguan bek lawan, tapi tembakannya menyamping.
Sepanjang pertandingan Timnas U19 melakukan 10 tenbakan, tetapi tidak ada satu pun yang tepat sasaran. Garuda Muda harus memperbaiki penyelesaian akhir. Melawan tim sekelas Australia, peluang sekecil apapun harus menjadi gol.
Sebaliknya saat bertahan Mathew Baker dkk. tidak boleh kehilangan fokus. Gol kemenangan Australia yang tercipta pada menit 88 melalui sontekan penyerang dari klub Sunderland Inggris, yakni Marcus Neill, terjadi karena passing yang tidak akurat dan ketidaksiapan pertahanan menghadapi serangan tiba-tiba Australia.

Kalau mau menang, Timnas U19 harus meningkatkan tekanan di pertahanan Australia. Pada semifinal Kejuaraan ASEAN, Timnas U19 hanya melakukan 11 sentuhan dengan bola di kotak penalti lawan. Australia melakukan 30 sentuhan.
Masih ada waktu dua bulan lebih bagi Timnas U19 untuk melakukan pembenahan. Menjalani banyak pertandingan uji coba internasional seperti yang diinginkan Nova Arianto bisa menjadi salah satu jawaban untuk meningkatkan level permainan Timnas U19.