John Herdman mengenai tujuan yang ingin dibangun dari TC pada Juni 2026

Dalam wawancara di kanal Youtbe Timnas Indonesia, pelatih kepala John Herdman berbicara panjang lebar mengenai tujuan yang ingin dibangun dari pemusatan latihan pada FIFA Matchday Juni 2026.

Timnas akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada 5 dan 9 Juni 2026. John Herdman memanggil 23 pemain dan Timnas sudah memulai pemusatan latihan pada Minggu 31 Mei 2026.

“Kami sedang persiapan untuk Piala Asia AFC 2027. Itulah tujuanya. Kami memikiki visi 2030 sebagai gambaran besar dan seperti yang selalu saya sampaikan kepada siapa pun yang mendengarkan, kami memiliki tiga tujuan utama,” kata John Herdman.

“Pertama adalah menciptakan sistem berkinerja tinggi yang akan mendukung kita lolos ke Piala Dunia. Jadi, kami terus meningkatkan kemampuan setiap departemen dalam struktur tim kami, untuk membekali mereka dengan ketrampilan, alat, pengetahuan, dan pengalaman.”

“Tujuan kedua adalah merekrut lebih banyak pemain tier 1 dan tier 2. Pemain tier 1 itu adalah yang bermain di lima liga terbaik dunia, sementara tier 2 adalah yang bermain di liga di luar lima liga terbaik dunia.”

“Itulah alasannya kami mencoba mempercepat perkembangan pemain kami di Indonesia dan sebagai pijakan bagi karier mereka melalui tim nasional untuk membawa mereka ke liga-liga top tersebut. Atau apakah itu mendatangkan lagi pemain-pemain diaspora yang dapat mewakili negara kita.”

“Itu hal yang penting karena berdasarkan penelitian saya tentang bagaimana sebuah tim lolos ke Piala Dunia dan kemudian menjadi sukses, ini tentang jumlah pemain tier 1 dan pemain tier 2 yang Anda miliki. Kedalaman skuad itu penting.”

“Tujuan ketiga adalah target utamanya menjadi yang terbaik di AFC dalam hal-hal yang dapat dilakukan Indonesia dengan sangat baik, dan itu adalah sesuatu yang sedang kita pelajari untuk kelompok pemain yang memiliki pemahaman nyata dari formasi mereka di belanda dan pengalaman mereka di Eropa kita mempunyai kemampuan yang unik secara taktik menjadi yang terbaik di AFC.”

“Jadi, ini adalah sesuatu yang kami pikir bisa kami lakukan dengan sebaik-baiknya. Kami juga merasa bisa menjadi yang terbaik dalam atmosfer pertandingan yang kami ciptakan di Jakarta, agar tempat ini menjadi benteng bagi Indonesia, bahwa kami tidak pernah kalah di sini, sehingga tidak ada yang ingin datang bermain ke sini. Kami ingin menciptkan kota yang menakutkan itu, negara yang menakutkan.”

“Bukan hanya atmosfer dan energi yang dihadirkan oleh para penonton, tetapi juga gaya bermain sepakbola yang kami tampilkan di sini, yang membuat tim-tim AFC tidak ingin datang ke Indonesia.”

“Kita juga bisa menjadi yang terbaik dalam ilmu olahraga. Maksud saya, Cesar Meylan (Pelatih performa fisik Timnas) membawa sejumlah pengalaman dari Kanada karena kami harus mendatangkan pemain dari Eropa untuk bermain di Kanada yang menempuh 10, 12, 15, 20 jam perjalanan, mirip dengan Indonesia yang memiliki pemain di luar negeri.”

“Menurut saya itu adalah elemen dari proses pembangunan. Kami menyebutkan bagaikan pit stop dalam lomba balap mobil F1. Jadi, ketika para pemain tiba di Indonesia, dalam persiapan sebelum datang semua pekerjaan yang kami lakukan bahkan sebelum mereka mendarat di sini, ini seperti mobil yang masuk ke pit stop, di mana semua orang siap untuk memberikan apa yang dibutuhkan agar mobil tersebut dapat berkinerja dengan baik.”

“Saya rasa kami memiliki pengalaman yang nyata dalam hal itu, kami bisa menjadi tim terbaik di AFC dalam hal itu. Jadi, kami sudah menjelaskan bahwa kami ingin menjadi yang terbaik dalam hal-hal tertentu. Kami tidak bisa mengalahkan Jepang di bidang-bidang tertentu, seperti telent pool mereka. Kita juga tidak bisa mengalahkan mereka dalam hal investasi mereka dan hal-hal lainnya, tetapi kita bisa lebih baik dari mereka dalam hal-hal tertentu.”

“Kami pernah membuat Kanada menjadi lebih baik dari Amerika Serikat dan Meksiko di area tertentu, sehingga kami mampu menyalip mereka. Jadi, misi pertama kami adalah menjadi yang terbaik di AFC pada hal-hal yang bisa kami kuasai. Kedua, memiliki lebih banyak pemain tier 1 dan tier 2. Yang ketiga adalah struktur sistem fondasi berkinerja tinggi memproses telanta-talenta yangdapat memenuhi syarat untuk neagra kita.”

“Itulah tiga hal yang membuat saya bangun dari tempat tidur dan saya lakukan setiap hari untuk membantu kita sukses,” ujar John Herdman.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!