Komentar Hector Souto setelah Timnas futsal mengalahkan Malaysia

Pelatih Hector Souto senang Timnas Indonesia menang 1-0 atas Malaysia dan maju ke semifinal ASEAN Futsal Championship 2026. Namun menurutnya Timnas seharusnya tampil lebih baik lagi.
“Tentu saja target pertama itu adalah lolos ke semifinal. Seperti yang saya katakan tidak pernah mudah untuk dapat ke semifinal, tapi dua pertandingan yang sudah kami mainkan adalah pertandingan yang seharusnya memang kami menangkan,” kata Hector Souto dalam konferensi pers setelah pertandingan di Nonthaburi Sports Complex, Nonthaburi, Thailand pada Selesa 7 April 2026 seperti dikutip dari tayangan di @Timnasfutsal.
“Sekarang kami menghadapi fase baru. Kami memiliki satu pertandingan lagi untuk meningkatkan permainan tim, bukan hanya untuk menang. Tiga pertandingan berikutnya menjadi kesempatan bagus untuk meningkatkan gaya permainan kami,” tambah pelatih asal Spanyol itu.
Setelah melawan Australia dalam laga terakhir Grup B pada Rabu 8 April 2026, Timnas akan memainkan laga semifinal. Setelah itu Timnas akan main di final kalau menang di semifinal atau laga play-off perebutan peringkat ketiga jika kalah di semifinal.

“Menurut saya hari ini kami tidak dapat mengontrol permainan dalam beberapa situasi, seperti misalnya kami terlalu terburu-buru dalam beberapa momen atau kami seharusnya dapat lebih baik dalam melakukan penyelesaian saat bola mati dan posisi menyerang,” kata Hector Souto.
“Chemistry antara pemain di beberapa momen tidak bagus. Tapi itu normal karena pemain lelah dari pertandingan kemarin. Selain itu hari ini lawan memiliki pemain-pemain muda, mereka ingin tampil baik. Kami seharusnya dapat melakukan 15 atau 16 tembakan tapi mereka hanya menembak empat atau lima kali,” ujar pelatih yang membawa Indonesia ke final Piala Asia 2026 itu.
Hector Souto menyorot momen di detik-detik akhir yang membuat Malaysia nyaris menyamakan kedudukan. Tembakan kapten Syed Shahrul Niezam terkena mistar. Menurutnya Timnas terlalu mudah memberikan bola.

“Situasi yang benar-benar menyedihkan adalah momen terakhir dalam pertandingan di mana tembakan mereka terkena mistar gawang. Ini pelajaran untuk futsal Indonesia. Tiga puluh delapan detik sebelum pertandingan selesai, kami memiliki penguasan bola, dan kami memutuskan untuk menembak dan memberikan bola kepada lawan, dan kami tidak mengontrol permainan,” kata Hector Souto.
“Semua pemain ini adalah pemain dari liga profesional. Mereka mestinya bisa mengontrol permainan, terus bermain selama 38 detik sampai pertandingan selesai. Tentu saja kami memiliki keinginan untuk mencetak gol, tetapi semestinya kami bermain lebih pintar di detik-detik akhir,” ucap Hector Souto.
“Semestinya hanya menjaga penguasaan bola, mencoba menghindari masalah, mencoba menghindari terkena transisi, dan kami menderita transisi yang hampir menjadi gol. Kami beruntung dalam situasi itu, tapi secara umum kami mengendalikan permainan meskipun saya sebenarnya berharap lebih dari para pemain,” ucap Hector Souto.