Cerita dari belakang garis gawang: Bek tengah masuk saat tim harus cetak gol

Timnas U22 menjelang pertandingan babak kedua melawan Myanmar. Foto: Kamustimnas

Sudah 10 hari dari kegagalan Timnas Indonesia U22 maju ke semifinal SEA Games 2025. Mau dilewatkan begitu saja sayang. Jadi ini salah satun yang ada dalam pikiran ketika meliput pertandingan dari belakang garis gawang.

Pertandingan terakhir Grup C SEA Games 2025 antara Indonesia melawan Myanmar di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Thailand, pada 12 Desember 2025 sudah memasuki sekitar menit 70-an. Kedudukan masih imbang 1-1. Timnas U22 perlu menang dengan selisih tiga gol untuk dapat maju ke semifinal, tapi melihat kegiatan di bangku cadangan kenapa malah bek tengah yang akan dimainkan.

Zanadin Fariz masuk pada menit 31. Permainan Timnas U22 menjadi lebih tajam. Foto: Kamustimnas

Sebelumnya pelatih Indra Sjafri sudah memasukkan gelandang Zanadin Fariz menggantikan gelandang yang bermain di posisi penyerang kanan Rayhan Hannan pada menit 31, tidak lama setelah Myanmar mencetak gol 0-1. Kemudian pada halftime penyerang Hokky Caraka menggantikan penyerang Rafael Struick, serta penyerang tengah Jens Raven menggantikan gelandang Toni Firmansyah pada menit 69.

Hokky Caraka masuk di awal babak kedua. Foto: Kamustimnas

Kamustimnas.com langsung berpikir, apakah ada bek tengah yang cedera atau pergantian posisi pemain di lapangan? Melihat ke lapangan, dua bek tengah Kakang Rudianto dan Kadek Arel sama-sama tampil baik dan mereka tampak tidak mengalami masalah. Namun, bek tengah yang akan masuk itu, Muhammad Ferarri yang awalnya sudah bersiap menuju garis tengah, kembali mengenakan rompi untuk pemain cadangan. Tidak jadi.

Robi Darwis menjadi bek tengah kiri di fase akhir laga setelah Ferarri masuk. Foto: Kamustimnas

Pada menit 82, Muhammad Ferarri akhirnya masuk menggantikan Kakang Rudianto. Pada saat bersamaan penyerang kanan Rahmad Arjuna masuk menggantikan bek kiri Frengky Missa. Mengalami kebuntuan, tim pelatih Garuda tampaknya melakukan perubahan posisi pemain. Bek kanan Robi Darwis bergeser menjadi bek tengah kiri, penyerang kanan Dony Tri Pamungkas menjadi bek sayap kiri.

Salah satu momen Kakang Rudianto maju untuk situasi bola mati. Foto: Kamustimnas

Timnas tampaknya bermain dengan formasi 3-4-1-2 dengan Hokky Caraka bermain di belakang dua penyerang tengah Mauro Zijlstra dan Jens Raven. Namun, saat itu juga Kamustimnas.com masih belum mendapat petunjuk kenapa Muhammad Ferarri masuk menggantikan Kakang Rudianto di saat Timnas perlu menang dengan mencetak tiga gol lagi.

Mauro Zijlstra unggul tinggi badan dari pemain Myanmar. Foto: Kamustimnas

Apakah pelatih ingin melakukan penyegaran dalam memanfaatkan situasi umpan bola mati di depan gawang? Tampaknya seperti itu. Dalam latihan terakhir satu hari sebelum pertandingan di Football Field 2, ketika waktu media untuk meliput selama 15 menit awal sudah habis tetapi masih diperbolehkan berada di dekat lapangan tanpa melakukan liputan, Kamustimnas sempat mendengar skuad Garuda Muda berulang kali mendapat instruksi dari tim pelatih saat melakukan latihan sepak pojok atau umpan dari sayap.

Beberapa sundulan Kadek Arel gagal menghasilkan gol. Foto: Kamustimnas

Dalam pertandingan beberapa kali Kadek Arel berhasil menyudul bola sepak pojok atau lemparan jauh Robi Darwis, tapi hanya satu yang tepat dan berhasil ditepis kiper Hein Htet Soe. Tampaknya sekarang giliran Muhammad Ferarri untuk membantu dalam penyelesaian akhir.

Dony Tri Pamungkas, salah satu eksekutor sepak pojok Timnas U22. Foto: Kamustimnas

Jawabannya muncul pada menit 89. Muhammad Ferarri ternyata masuk untuk memanfaatkan bola-bola atas. Setelah serangan Dony Tri Pamungkas di sisi kiri gagal, bola kembali ke tengah lapangan dan Zanadin Fariz mengangkat bola ke kotak penalti. Muhammad Ferarri yang muncul dari belakang berhasil mendapatkan bola di dalam kotak. Dia tidak menyundul ke gawang, tapi mengarahkan bola ke Jens Raven yang berdiri bebas. Penyerang kelahiran Belanda itu langsung menendang masuk. Skor 2-1.

Jens Raven menangis setelah Timnas U22 gagal ke semifinal SEA Games. Foto: Kamustimnas

Semangat Timnas meningkat. Pada menit 90+5 Jens Raven menyundul masuk sepak pojok Dony Tri Pamungkas. Namun waktu sudah tidak cukup. Garuda Muda hanya menang 3-1 dan kalah agresivitas gol dari Malaysia dalam memperebutkan posisi runner-up grup terbaik yang berhak maju ke semifinal. Demikian salah satu cerita dari belakang garis gawang pertandingan Indonesia melawan Myanmar di SEA Games 2025.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!