Ulasan dan data fakta saat Timnas Indonesia seri 0-0 lawan Bahrain (19 Juni 1988)

Timnas Indonesia bermain seri 0-0 melawan Bahrain dalam pertandingan kedua di Grup D Kualifikasi Piala Asia AFC 1988. Hasil itu mendekatkan Indonesia ke Piala Asia.
Pertandingan Indonesia melawan Bahrain dimainkan di Stadion Utama Senayan pada Minggu malam 19 Juni 1988. Timnas tampil mengenakan warna seragam yang jarang dipakai sebelum dan sesudah tahun 1988, yakni kaos merah, celana merah, dan kaos kaki putih.
Pelatih Bertje Matulapelwa melakukan satu perubahan dari pertandingan sebelumnya melawan Yaman dalam susunan XI pemain awal. Gelandang Jessie Mustamu bermain sejak awal menggantikan Patar Tambunan. Penyerang Ricky Yacobi kembali menjadi kapten.

Dikutip dari laporan pertandingan di Harian Pelita edisi 20 Juni 1988, Timnas tampil lebih agresif dari saat menang 1-0 atas Yaman. Saat itu Timnas bermain lamban dan hati-hati. Timnas menguasai permainan di 15 menit awal, tetapi dua tendangan Ricky Yacobi diamankan kiper Bahrain.
Harian Pelita menulis Indonesia memiliki cukup banyak peluang. Pada babak kedua Ricky Yacobi diganti penyerang M. Zein Alhadad. Namun Timnas tetap gagal mencetak gol. Pertandingan berakhir imbang 0-0.
Hasil imbang membuat Indonesia sedikit lagi lolos untuk pertama kali ke Piala Asia. Timnas dan juga Bahrain hanya membutuhkan tambahan satu poin di pertandingan ketiga atau terakhir. Indonesia melawan Korea Selatan dan Bahrain bertemu Yaman.
Data fakta pertandingan
Indonesia vs Bahrain 0-0
Event: Pertandingan kedua Grup D Kualifikasi Piala Asia 1988
Waktu: Minggu malam 19 Juni 1988
Tempat: Stadion Utama Senayan Jakarta
Wasit: Izumi (Jepang)
Kartu kuning Timnas: Marzuki Nyakmad
Jersey Timnas: Merah-Merah-putih
Daftar pemain Timnas: Ponirin Meka (Kiper); M. Yunus, Marzuki Nyakmad, Robby Darwis, Jaya Hartono; Jessie Mustamu, Rully Nere, Azhari Rangkuti; Ribut Waidi, Ricky Yacobi (M. Zein Alhadad), Budi Wahyono.
Pelatih: Bertje Matulapelwa