Maarten Paes dinilai kurang meyakinkan saat membangun serangan Ajax

Foto: Ajax.nl

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes dinilai tampil kurang meyakinkan sebagai kiper yang diinginkan Ajax Amsterdam dalam pertandingan melawan PSV Eindhoven.

Pada Sabtu 2 Mei 2026, Ajax Amsterdam menjamu juara PSV Eindhoven di Johan Cruijff Arena Amsterdam dalam pertandingan pekan ke-32 Eredivisie. Pertandingan belum berjalan satu menit pas gawang Maarten Paes sudah kemasukan melalui skema lemparan ke dalam jauh yang dituntaskan Ricardo Pepi.

Media Voetbal Primeur menyorot gol cepat ini karena kurang beraninya Maarten Paes untuk keluar gawang. “Ia terlalu pasif saat PSV mencetak gol pembuka dengan sangat cepat.” Demikian penilaian Voetbalprimeur.nl

Pertandingan berakhir imbang 2-2. Maarten Paes kemasukan lagi pada menit 77 lewat sentuhan Myron Boadu memanfaatkan umpan tarik dari sisi kanan. Voetbal Primeur memberi nilai 5 untuk Maarten Paes. Nilai tersebut menjadi yang paling rendah diantara para pemain Ajax yang tampil.

“Maarten Paes 5: Paes tidak banyak melakukan penyelamatan, namun ia kebobolan dua kali. Ia terlalu pasif saat PSV mencetak gol pembuka dengan sangat cepat, dan kiper tersebut juga tidak sepenuhnya tanpa cela atas gol kedua Eindhoven. Terlebih lagi, ia terlihat sangat goyah saat menguasai bola.” Demikikian analisis Voetbal Primeur.

Faktanya beberapa kali suporter Ajax di Johan Cruifff memberikan siulan menyindir kepada Maarten Paes karena mantan kiper FC Dallas itu memberi umpan bola panjang yang tidak akurat saat membangun serangan.

Pada menit 64 Maaten Paes hampir membuat kesalahan fatal. Setelah menerima operan pendek bek Ko Itakura, menghadapi tekanan pemain PSV Maarten Paes melepas operan datar dengan kaki kiri ke arah wilayah bek kanan Anton Gaaei, tapi bola mengenai pemain PSV. Kontrol pemain PSV itu kurang baik sehingga bola dapat dibuang Ko Itakura. Pertahanan Ajax selamat.

Mengenai kegagalan Maarten Paes beberapa kali menyusun serangan dari bawah, penulis dan kritikus Hugo Borst menyebut Maarten Paes tidak menunjukkan diri sebagai kiper yang diinginkan Ajax, yakni bagus sebagai pusat Ajax memulai serangan.

“”Paes bukanlah kiper seperti yang Anda bayangkan: di situlah peran sentral dimulai,” kata Hugo Borst dalam acara Eretribune di ESPN, dikutip dari Voetbal Primeur.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!