Strategi serangan balik Timnas U17 untuk Piala Asia belum berjalan baik

Foto: LOC Media Match Operation ASEAN U17 Championship 2026 (PSSI)

Pelatih Timnas Indonesia U17 Kurniawan Dwi Yulianto berkata kegagalan di Kejuaraan Remaja ASEAN U17 menjadi catatan penting untuk persiapan Garuda Muda ke Piala Asia AFC U17.

Timnas U17 gagal maju ke babak semifinal Kejuaraan Remaja ASEAN U17 2026 setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu malam 19 April 2026. Hasil ini menempatkan Indonesia di peringkat tiga klasemen akhir Grup A, di bawah juara grup Vietnam dan runner-up grup Malaysia, yang lolos ke semifinal dengan status peringkat kedua terbaik.

Timnas U17 harus menang untuk dapat lolos ke semifinal. Namun sepanjang laga Garuda Muda kesulitan menembus pertahanan Vietnam. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto juga lebih sering menunggu untuk kemudian menjalankan strategi serangan balik tetapi rencana itu tidak berjalan baik.

Kurniawan Dwi Yulianto. Foto: Kamustimnas.com

Dalam konferensi pers setelah pertandingan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto mengatakan bahwa penerapan strategi bertahan dan serangan balik merupakan bagian dari persiapan untuk Piala Asia AFC U17 pada Mei 2026 di Arab Saudi. Di Piala Asia nanti Indonesia berada di grup berat bersama Jepang, China, dan Qatar.

Melawan negara-negara kuat seperti itu strategi menunggu dan menyerang balik adalah pilihan yang wajar. Namun, Timnas U17 jelas harus memperbaiki alur dan skema-skema serangan balik mereka supaya dapat mematikan. Saat melawan Vietnam, dalam catatan Kamustimnas.com, tidak ada satu pun serangan balik Timnas yang berujung tembakan berbahaya ke gawang Vietnam.

Bek sayap Timnas U17 Peres Akwila Tjoe. Foto: @TimnasIndonesia

Satu-satunya serangan balik Timnas yang berbahaya tercipta pada sekitar menit 23. Setelah pemain Timnas berhasil menyapu umpan lambung Vietnam dari permainan sepak pojok pendek, bola dikuasai penyerang Mierza Firjatullah di depan kotak penalti Indonesia. Kapten Timnas U17 itu kemudian bermain satu dua dengan Fardan Farras dan bola berhasil dibawa masuk Mierza Firjatullah ke jantung pertahanan Vietnam yang sangat terbuka. Namun Mierza Firjatullah gagal terus membawa bola masuk ke kotak penalti karena kakinya bermasalah.

“Kami menyiapkan game plan bertahan dan counter attack. Tapi saat melakukan serangan balik, hasilnya belum maksimal dan ini menjadi catatan sebelum kami bertanding di Piala Asia,” kata Kurniawan Dwi Yulianto dalam konferensi pers setelah pertandingan melawan Vietnam, dikutip dari Antaranews.com.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!