Komentar Hector Souto setelah Timnas kalah di final ASEAN Futsal Championship 2026

Pelatih Hector Souto tetap bangga dengan para pemain Timnas Indonesia meski kalah 1-2 dari Thailand di final ASEAN Futsal Championship pada 12 April 2026 di Nonthaburi Thailand.
“Sejujurnya saya sangat bangga dengan para pemain kami dan juga para staf pelatih dan ofisial kami. Saya pikir seluruh Indonesia bangga melihat apa yang mereka lakukan. Mereka memainkan pertandingan yang luar biasa,” kata Hector Souto di awal konferensi pers setelah pertandingan final, dikutip dari rilis audio Federasi Futsal Indonesia.
“Menurut saya di babak pertama kami mengontrol permainan. Kami melakukan enam pelanggaran, tapi menurut saya tidak semuanya itu adalah pelanggaran. Saya merasa wasit berlebihan memberikan hukuman,” sebut pelatih asal Spanyol itu.

Karena melakukan enam pelanggaran Timnas mendapat hukuman penalti 10 meter di detik-detik akhir babak pertama. Penalti itu menjadi gol penyama kedudukan 1-1. Sebelumnya Timmas unggul di menit 16 melalui Andres Dwi Persada. Thailand kemudian berbalik unggul 2-1 pada menit 31.
“Kami unggul 1-0 dan sebelum penalti 10 meter Thailand memiliki tiga atau empat peluang emas untuk mencetak gol, melalui serangan balik dan tendangan bebas. Kemudian Thailand memulai pertandingan di babak kedua dengan sangat baik, sementara kami tidak memulai dengan baik. Mereka kemudian mencetak gol,” ujar Hector Souto.

Hector Souto berkata waktu persiapan yang tidak banyak membuat Timnas tidak banyak melakukan latihan untuk situasi-situasi seperti yang terjadi di final. Contohnya adalah menerapkan strategi power play.
Di final Timnas mulai menerapkan power play pada menit 36. Pemain di posisi flank Guntiur Ariwibowo berperan sebagai flying goalkeeper dalam power play. “Kami hanya berlatih lima hari dan itu tidak cukup untuk melatih situasi seperti tadi,” jelas Hector Souto.

Pelatih yang membawa Indonesia ke final Piala Asia AFC Futsal pada Februari 2026 itu menyorot pelanggaran keras pemain Thailand di periode satu menit terakhir laga.
“Saya harus melihat lagi tetapi menurut saya pelanggaran itu sangat keras, karena itu kami meminta melakukan peninjauan ulang melalui video. Namun kami akhirnya kalah. Selamat untuk Thailand. Mereka meraih kemenangan dan mengangkat trofi, namun kami mendapatkan respek dari semuanya,” ucapnya.

Hector Souto meminta maaf kepada para penggemar futsal di Indonesia atas kekalahan di final. Namun dia meminta para fan untuk tetap bangga dan bersikap yakin terhadap masa depan Timnas. Sebabnya di ASEAN Futsal Championship 2026 ini para pemain muda mampu menunjukkan kualitasnya. Timnas juga masih memiliki pemain-pemain dari skuad juara SEA Games 2025 dan runner-up Piala Asia yang sengaja tidak dibawa ke Nonthaburi.
“Mohon maaf kami tidak bisa memenangkan pertandingan final ini. Tentu saja saya selalu fokus untuk meraih kemenangan, tapi kita tetap harus bangga. Ini adalah harapan untuk masa depan,” katanya.
“Kami memiliki 30 atau 32 pemain di tim nasional dan mungkin juga beberapa lagi akan muncul di beberapa tahun ke depan. Kami akan memiliki tim nasional yang sengat kuat,” ujar Hector Souto.