Timo Scheunemann: Sepakbola putri Indonesia harus belajar dari pertandingan lawan Australia

Pelatih Timnas putri U16 Indonesia Timo Scheunemann menyebut skuad Pertiwi Muda dan sepakbola putri Indonesia harus belajar dari pertandingan semifinal ASEAN U16 Girls Championship melawan Australia yang berakhir 0-3 pada Rabu (27/8/2025).
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Timo Scheunemann mengatakan dirinya senang melihat ada banyak anak kecil dari sekolah sepakbola (SSB) yang menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Manahan Solo. Dengan begitu mereka, termasuk juga para pemainnya di Timnas putri U16, bisa belajar tentang permainan yang baik itu seperti apa.
“Bagus melihat permainan yang confidence itu seperti apa, bukan hanya dari segi postur dan power saja, tetapi juga confidencenya, kepercayaan dan keyakinan untuk bermain dari kaki ke kaki. Itu terlihat kalau kita masih harus banyak belajar dari mereka,” kata Timo Scheunemann di awal konferensi pers, dikutip dari rilis audio media PSSI.
“Kedua, sesuatu yang mungkin bisa kita pelajari untuk tim kita sendiri. Kita tertekan sebenarnya no problem, kalau melawan tim-tim kuat pasti kita akan tertekan, tapi pada saat kita berhasil merebut bola kita harus tenang. Tadi saat kita berhasil merebut bola kita akhirnya memberikan bola kembali ke lawan. Kita disiplin dalam bertahan dan ketika berhasil merebut bola, kita memberikan bola kepada pemain yang tertekan, akhirnya hilang bola lagi,” ujar Timo Scheunemann mengevaluasi permainan timnya.
“Kita sama sekali tidak ada tembakan ke gawang. Jadi menurut saya kunci kita tidak berkembang ya di situ, setelah merebut bola kita kehilangan bola lagi. Kalau bisa memainkan operan lebih dari tiga-empat kali, saya yakin permainan tim akan lebih berkembang. Itu dari segi menyerang. Untuk pertahanan, beberapa kali ada kelalaian dalam menjaga lawan, siapa menjaga siapa. Di babak kedua pengaturan tugas dalam menjaga lawan lebih rapi setelah kami berubah bermain dengan formasi 5-2-3. Meski demikian, penugasan dalam menjaga lawan harus diperbaiki,” kata mantan pelatih Persema itu.