Rayhan Hannan selalu ingin tampil lebih baik dan menang bersama Timnas

Foto: Kamustimnas

Gelandang dan penyerang sayap Rayhan Hannan tidak ingin berpuas diri dengan pencapaian sejauh ini bersama Timnas Indonesia U23.

Rayhan Hannan menjadi bagian penting dari keberhasilan Timnas U23 masuk babak semifinal Kejuaraan ASEAN U23 2025. Ia mendapat kepercayaan dari pelatih Gerald Vanenburg menjadi starter dalam tiga pertandingan fase grup melawan Brunei, Filipina, dan Malaysia.

Hanya di laga melawan Brunei pemain Persija ini tampil 45 menit, selebihnya melawan Filipina dan Malaysia ia bermain penuh 90 menit. Posisi bermainnya tidak selalu sama. Rayhan Hannan menjadi penyerang kanan di laga perdana. Posisi sama ia tempati di gim melawan Filipina, tetapi di babak kedua berubah menjadi penyerang kiri. Pada pertandingan melawan Malaysia ia bermain sebagai gelandang.

Pada tiga pertandingan di fase grup, Rayhan Hannan mencetak satu gol, tiga operan kunci, dan melepas dua operan silang yang sukses. Pemain kelahiran Jakarta pada 2 April 2004 ini melakukan lima tembakan tepat sasaran. Akurasi tembakannya 50 persen.

Selama fase grup Rayhan Hanann melakukan 90 operan sukses. Akurasi passingnya 89 persen. Sementara dalam bertahan, Rayhan Hannan melakukan satu sapuan, dua blok, dua intersep, memenangkan lima tekel, dan memenangkan 14 duel.

Tentang tenampilannya di fase grup, Rayhan Hannan mengatakan ingin tampil lebih baik lagi: “Ini adalah awal, dan saya selalu ingin menjadi lebih baik dari hari sebelumnya,” ujar Rayhan Hannan dikutip dari laman Kitagaruda.id.

Rayhan Hanann memiliki target tinggi. “Juara di setiap turnamen dan menang di setiap pertandingan bersama Timnas,” ujarnya penuh percaya diri.

Rayhan Hannan mengatakan dirinya mengagumi permainan gelandang legendaris Spanyol dan klub Barcelona, Andres Iniesta. “Saya suka cara Iniesta mengatur permainan dan berpikir cepat. Dia jadi inspirasi saya dalam bermain,” ungkapnya.

Kalau memerhatikan Rayhan Hannan bermain di Kejuaraan ASEAN U23 2025, beberapa kali kita melihat pemain binaan Bina Taruna Jakarta dan Persija EPA ini mampu dengan cepat memindahkan bola dari kakinya ke rekan setim atau wilayah kosong untuk dimanfaatkan rekan setim.

Sebagai contoh di pertengahan babak kedua pertandingan melawan Malaysia. Dalam situasi Timnas U23 bertahan, bola sapuan bek Garuda Muda ke wilayah garis tengah langsung didorong oleh Rayhan Hanann ke depan, tanpa mengontrol bola lebih dulu, kepada Jens Raven. Keputusan cepat yang cerdas. Timnas U23 bisa lebih cepat menyerang dan Jens Raven tidak terkena offiside berkat sodoran cepat itu. Sayang kesempatan emas gagal menjadi gol. Bola yang didribel Jens Raven menuju gawang berhasil disapu bek Malaysia.

error: Content is protected !!