PSSI Tidak Akan Menghukum Pemain Timnas U22 yang Terlibat Insiden di Final SEA Games

Foto: Youtube Media Corp

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan PSSI tidak akan memberikan hukuman kepada anggota skuad Garuda Muda yang terlibat dalam insiden di final SEA Games 2023.

Dikutip dari Antaranews.com, Ketum PSSI mengatakan bahwa pemain dan staf Timnas U22 diintervensi lebih dahulu oleh pemain dan ofisial Thailand.

“Yang diintervensi kita kok. Kenapa kita mesti hukum diri kita? Jadi ya tentu kita harus ada koreksi tapi kalau menghukum mereka (Pemain dan ofisial Timnas U22) tidak mengintervensi. Itu tindakan provokasi yang saya rasa ada yang bisa ditolerir atau tidak,” kata Erick Thohir pada Rabu (24/5/2023) di Senayan Jakarta, dikutip dari Antara.

Pada final SEA Games 2023 di Stadion Olimpiade Phnom Penh Kamboja, keributan pecah setelah Thailand berhasil menyamakan skor 2-2 di menit 90+7.

Ofisial dan pemain Thailand merayakan gol tersebut sampai ke depan bangku cadangan Indonesia. Tayangan video menunjukkan pemain cadangan Titan Agung langsung menghadang ofisial Thailand sampai terjatuh.

Keributan pun pecah. Seorang pemain cadangan Thailand menendang Titan Agung dan penyerang Bhayangkara FC itu kemudian melayangkan pukulan ke arah pemain Thaland.

Foto: PSSI

Setelah beberapa saat, pertandingan dilanjutkan dan tak lama kemudian waktu normal 90 menit plus berakhir. Keributan pecah lagi setelah pada menit keempat babak perpanjangan waktu Irfan Jauhari mambawa Timnas U22 unggul 3-2.

Beberapa ofisial Timnas U22 melakukan selebrasi di dekat kubu Thailand. Keributan pun terjadi. Aksi saling pukul dan tendang terjadi. Manajer Sumardji yang mencoba memisahkan malah menjadi sasaran kubu Thailand.

Dalam keributan tersebut terlihat bek Komang Teguh memukul bagian belakang kepala pemain cadangan Thailand yang sebelumnya melepaskan tendangan ke arah ofisial Timnas U22.

Kiper Thailand Soponwit Rakyart berlari dari gawangnya untuk membalas dan memukul Komang Teguh. Sempat terjadi perkelahian singkat antara kedua pemain.

Wasit Matar Ali Al-Hatmi Qasim dari Oman memberi kartu merah kepada Komang Teguh dan Soponwit Rakyart. Kartu merah juga diberikan kepada ofisial Thailand dan Indonesia.

Foto: Youtube Media Corp

Setelah pertandingan selesai, pihak Thailand menyebut pemicu mereka melakukan selebrasi saat skor 2-2 adalah karena sebelumnya pemain Indonesia (Ramadhan Sananta) melakukan perayaan di dekat bangku cadangan Thailand saat mengira wasit sudah meniup pluit tanda pertandingan berakhir dengan skor 2-1.

Konfederasi sepak bola Asia (AFC) telah menyatakan akan melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut dan akan memberikan sanksi. Sementara Federasi sepak bola Thailand (FAT) bergerak cepat.

FAT menghukum kiper Soponwit Rakyart dan rekannya Teerapak Prueangna larangan bermain selama enam bulan di level Timnas. Tiga ofisial Thailand U22 mendapat hukuman satu tahun berkecimpung di sepak bola.

error: Content is protected !!